Tokoh  

Mengupas Imperium Bisnis Sri Prakash Lohia: Dari Purwakarta Hingga Panggung Dunia

Kisah Sri Prakash Lohia adalah cerminan perjalanan seorang imigran yang sukses membangun salah satu konglomerasi terbesar di Indonesia. Lahir di India, Lohia menjejakkan kaki di Indonesia pada awal tahun 1970-an dan memulai usahanya dari sebuah pabrik pemintalan benang sederhana di Purwakarta. Kini, ia dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia, berkat kepemimpinannya dalam membesarkan Indorama Corporation menjadi raksasa global.

Dari langkah awalnya di Jawa Barat, Indorama telah bertransformasi menjadi jaringan perusahaan multinasional yang bergerak di sektor-sektor strategis seperti petrokimia, tekstil, pupuk, hingga sarung tangan medis. Produk-produknya kini menjadi bagian penting dalam rantai pasok dunia, diekspor ke lebih dari 70 negara di lima benua.

 

Fondasi Awal: Kisah PT Indo-Rama Synthetics Tbk

Cikal bakal kerajaan bisnis Lohia adalah PT Indo-Rama Synthetics Tbk, yang didirikan pada tahun 1975. Nama “Indo-Rama” sendiri memiliki makna mendalam: “Indo” sebagai representasi Indonesia, tanah tempat bisnis ini tumbuh subur, dan “Rama” yang terinspirasi dari Dewa Rama, simbol kebajikan dalam budaya Hindu.

Pabrik pertama mulai berproduksi pada tahun 1976 di Purwakarta dengan fokus awal pada pemintalan kapas. Seiring waktu, perusahaan berekspansi secara agresif, memperluas lini produksi ke Polyester Filament Yarns, Polyester Staple Fibers, PET Resin, hingga kain poliester. Dengan kapasitas produksi mencapai ratusan ribu ton per tahun, pabrik-pabrik modern di Jatiluhur dan Campaka menjadi tulang punggung industri tekstil nasional. Sejak tahun 1990, perusahaan ini resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham INDR, menandai era baru dalam perjalanannya.

 

Ekspansi Global: Jaringan Bisnis yang Mendunia

Dari fondasi yang kokoh di Indonesia, Indorama melebarkan sayapnya ke panggung global. Jangkauan bisnisnya kini tersebar di empat benua, menunjukkan visi Lohia yang jauh melampaui batas negara.

  • Di Asia, selain perusahaan utamanya di Indonesia, Indorama memiliki pabrik pupuk dan benang spandex di India, pemasok sarung tangan sintetis di Malaysia, serta mengelola salah satu perkebunan kapas terbesar dan pabrik pupuk di Uzbekistan.
  • Di Afrika, Indorama menjadi pemain kunci melalui Indorama Eleme Fertilizer & Chemicals Ltd di Nigeria, salah satu produsen pupuk terbesar di Afrika Sub-Sahara. Selain itu, perusahaan ini juga menguasai produksi poliolefin dan mengelola terminal pelabuhan di negara tersebut.
  • Di Eropa, jejaknya tertanam di Turki melalui produsen benang sintetis dan di Georgia sebagai pemasok pupuk dan produk kimia utama di kawasan Kaukasus.
  • Di Amerika Selatan, Indorama mengakuisisi perusahaan di Brasil yang berfokus pada produksi aditif dan distribusi pupuk untuk mendukung sektor pertanian lokal yang masif.

Perluasan ini juga didukung oleh entitas terkait seperti Industries Chimiques Du Sénégal (ICS) di Senegal dan Indorama Ventures Limited di Thailand, yang semakin memperkuat posisinya di industri kimia dan pupuk global.

 

Buah Kesuksesan: Kekayaan dan Pengakuan

Kerja keras selama puluhan tahun telah menempatkan Sri Prakash Lohia di jajaran elite konglomerat Indonesia. Menurut data Real Time Net Worth Forbes per 10 September 2025, kekayaan bersihnya mencapai US$8,9 miliar, atau setara dengan sekitar Rp146,48 triliun.

Dengan total kekayaan tersebut, Sri Prakash Lohia menempati posisi ke-6 sebagai orang terkaya di Indonesia, berdiri sejajar dengan nama-nama besar lainnya seperti Budi Hartono, Michael Hartono, dan Prajogo Pangestu. Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa dari sebuah pabrik benang di Purwakarta, sebuah kerajaan bisnis berskala dunia dapat dibangun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *